Selasa, 03 Oktober 2017

Merantau

Selasa, 03 Oktober 2017
Setelah lama saya meninggalkan blog ini akhirnya saya kembali dengan tulisan yang mungkin saja bermanfaat

Sudah satu tahun saya tinggal di Bandung. Saya merantau ke kota ini demi menggapai cita cita saya dari zaman saya polos polos. Saya datang tanpa tahu apa apa tentang Bandung. Yang saya tahu saya bisa bebas berkreasi kalau sudah sampai di Bandung. Karena bagi saya saat itu, Bandung itu 'surga', berbeda dengan kota pun daerah tempat saya tinggal. Rasanya ingin mengutuk pemerintah yang pelit kasih. Tapi sebenarnya bukan salah pemerintah juga. Terlalu naif jika saya menuduh pemerintah tok saja.

Pertama kali saya datang saya merasa takjub, sekaligus takut. Takjub karena betapa maju, kreatif dan luasnya Bandung. Namun saya juga takut, melihat preman preman berseliweran saat saya pertama kali melewati gang menuju kosan yang akan saya tempati. Ditambah lagi culture shock yang bikin saya ingin protes, bagaimana pemikiran masyarakatnya dan hubungan masyarakat dan mahasiswa yang bagi pandangan saya tidak terlalu mesra. Seolah olah ada budaya "ego ku ya egoku, masalahmu ya masalahmu" kalau kalau tidak ada yg memulai hubungan mesra tersebut. Maksud saya, tidak ada inisiatif dari salah satu bagian. Toh mahasiswa akan pergi dari sini kemudian datanglah penggantinya. Seperti debu yang tertiup angin.


Lupakan yang diatas


Saya menyukai Bandung seolah olah dia termasuk dalam '10 besar hal hal yang saya cintai'. Saya tak bisa memastikan urutannya. Yang pasti cinta deh.

Rasanya saya ingin mejelajah seluruh Bandung hingga sudut sudutnya yang takkan dijamah para turis. Kota ini pelarian saya. Bukan pelarian dalam hal negatif. Saya datang kesini dengan membawa harapan ibu saya, harga diri ayah saya dan mimpi mimpi saya. Maka saya lari dari saya yang lama karena saya butuh perubahan.

Di Bandung saya menemukan teman dengan berbagai latar belakang. Belajar budaya dan kebiasaan meski saya tidak pernah bisa belajar bahasa Sunda karena tidak ada teman dari Sunda yang dekat dengan saya, pun yang bersedia mengajari saya. Hari hari saya yang kini mulai diwarnai bahasa jawa dan mendok mendoknya. Teman teman dari Sumatera dan Sulawesi yang sama sama jauh dari Bandung, datang demi tujuan masing masing.

Tulisan ini mungkin masih dangkal. Saya baru saja disini selama satu tahun. Setiap hari mengitari kampus, berkutat dengan tugas dan tenggelam dalam kepanitiaan. Duduk sendiri di bangku dengan gadget yang setia di genggaman, demi wifi gratis khas budaya anak kosan. Mengelus elus dompet dan perut menahan meski jajanan jajanan Bandung yang sangat terampil menggoda.
Butuh waktu lama bagi saya untuk mengenal Bandung lebih jauh lagi. Bagaikan mencari mutiara di dasar laut, begitu pula saya ingin mengulik berbagai keistimewaan Bandung.

Saya menikmati hari hari saya di Bandung. Meski kerjaan saya berputar dari kampus-pasar-kampus. Alangkah baiknya jika saya memiliki uang dan waktu yang cukup, saya akan berkeliling menikmati Bandung yang penuh serba serbi



Love
::Arisa Nya::
Follow

Jumat, 08 Juli 2016

#10 One Confession

Jumat, 08 Juli 2016
what confession?


Love confession?



I liked you

and  now I confused


If I'm still or not














Love
::Arisa Nya::
Follow

#9 Two Smileys That Describe Your Life Right Now





















Love
::Arisa Nya::
Follow

Senin, 04 Juli 2016

#8 Three Turn Ons

Senin, 04 Juli 2016

#1 A sunny day with gentle breeze, hangout with friend

#2 Rainy day at home, watching and reading in my room with a glass of milk and snack

#3 When "our" eyes meet, you call my name








Love
::Arisa Nya::
Follow

Minggu, 03 Juli 2016

#7 Four Turn Offs

Minggu, 03 Juli 2016
#1 Someone who get admired by people around for their achivement but people don't know he/she is sly. This is funny and disgusting for me. Eventhough he/she is smart, charming, adorable etc or he/she is stupid, lazy and annoying, I can't accept their achivement. I appreciate people who are hardworking, diligent, honest and determined.

#2 People who look down on me. Seriously, you are not God! You don't deserve to look down on me. Every people are different, right? I will not disturb you and your whole life.

#3 Pervert. I can face pervert boy. I feel odd and uncomfortable around pervert boy, huft~ I'm sowwy

#4 "You never have a boyfriend till now? Are you lesbian?" This is pathetic. I'm not lesbian, okay? If I'm lesbian, I will never be a fangirl, I would not fall in love with my classmate, I will never be so nervous around my crush, my heart will never beat fast just by looking my crush and I will never get jealous and confusion after I know my crush have a girlfriend. Don't ever tell me lesbian, thoose word hurt me so bad.


After reading point #4, please don't tell your friend, who are never have a boyfriend, lesbian. You do not know the reason why she never have a boyfriend. Don't make fun of them.


See you in the next post!






Love
::Arisa Nya::
Follow
Arisanya Territory © 2014